Apa itu rezeqi?
Rezeki
Taukah kalian bahwa rezeki/re·ze·ki/ menurit KBBI itu adalah
(1) segala sesuatu yang dipakai untuk memelihara kehidupan (yang diberikan oleh Tuhan); makanan (sehari-hari); nafkah
(2) penghidupan; pendapatan (uang dan sebagainya untuk memelihara kehidupan); keuntungan; kesempatan mendapat makan. [internet]
Naahh, tapi masih banyak yang salah atau kurang faham dengan definisi "rezeqi". Banyak yang mendefinisikan "rezeqi" itu "uang". Padahal rezeqi lebih dari itu. Tuhan itu maha adil. Ada orang kaya, banyak hartanya, namun semasa hidupnya sakit atau hanya mencurahkan hidupnya untuk bekerja tanpa tahu apa tujuan ia diciptakan, sering mengabaikan perintah Tuhannya karena lalai, dll. Walaupun ada orang kaya yang sholih. Lalu, ada juga orang miskin, bekerja keras, lalu lupa ibadah, selalu mengeluh, atau ketika mereka "kepepet" ada yang melakukan apapun untuk mendapatkan uang, misal : mencopet dan merampok. Walaupun ada orang miskin yang sangat gemar ibadah, dan masih suka sedekah dengan segala keterbatasan mereka.
Jadi maksudnya, rezeqi itu bisa berupa uang/harta, keimanan (ini paling penting), sehat, hidayah untuk selalu melakukan ibadah, udara yang setiap detik kita hirup, umur panjang yang berkah, petunjukNya, ilmu, pekerjaan yang halal, hati yang sabar, tubuh yang sempurna dan kuat, dan masih sangat banyak lagi. Bukankah kita tak kan mampu jika kita menghitung-hitung nikmat Tuhan? Maka, sangat tidak pantaslah jika kita sering mengabaikan perintahNya, melanggar laranganNya padahal itu untuk kebaikan kita, kita masih malas untuk memenuhi panggilan sholatNya, kita masih takut untuk bersedekah padahal Tuhan telah menjaminnya, lisan kita masih berat untuk sekedar dzikir mengucapkan syukur, dlsb.
Mengingat zaman sekarang mendorong kita untuk lalai, asyik dengan smartphone kita, menonton youtube sampai lupa waktu, bermain instagram sampai kadang menorehkan komentar negatif, memposting foto yang tidak seharusnya, berlomba lomba pacaran hingga mengabaikan pendidikan, dlsb. Maka kita harus membangun fondasi iman yang kuat supaya tidak terbawa arus zaman ini, selalu belajar ilmu agama, jangan malas belajar, dan tidak ada kata terlambat untuk belajar, lebih baik belajar sedikit atau sebentar daripada tidak samasekali. Kalau kita ingin selalu menjadi orang lain, kita akan berjalan dengan selalu melihatnya, tanpa tahu sudah sejauh apa kita melangkah miring menjauhi jalanNya dan tanpa tahu kalau kita sudah didekat jurang.
So, from now on, be your self, be the best of your self.
Komentar
Posting Komentar